Sabtu, 15 Maret 2008

AAC & Thoekrasi??

Sebelumnya saya haturkan maaph kepada teman-teman yang sangat menyukai ‎film ayat-ayat cinta. Saya sengaja menulis resensi ini karena kecintaan saya kepada ‎produk dalam negeri.‎
‎***‎
Setelah melihat film yang diangkat dari novel karya Habiburrhaman El Shirazy ‎ini, saya mempunyai beberapa catatan yang menarik. Film yang bersetting tempat di ‎Mesir ini, bagi saya secara pribadi ga lebih hanya sintesa dari beberapa kisah cinta: ‎antara Nabi Yusuf & Siti Zulaikha; Nabi Ibrahim & Siti Hajar serta Siti Sarah; Romeo & ‎Juliet. Mungkin tulisan saya ini terlalu subyektif tapi saya tetap mencoba menghiasi ‎tulisan ini dengan hal-hal yang faktual/nyata.‎
Terlepas dari segala keterbatasan yang ada dalam pembuatan film ini, aku sendiri ‎hanya bisa berkata bahwa film ini boleh dibilang hanya proyek tendensius dari ‎segolongan orang yang memiliki tujuan akhir ”mendirikan negara teokrasi”. ‎
Indikasinya apa? Lihat saja pesan-pesan yang secara tidak langsung ada pada film ‎ini. Tokoh utama wanita, mengenakan cadar (burqo’), sementara tokoh utama pria, ‎menyebarkan virus DT (Dua Teteh), atau virus DTK (Dua Tetek Kurang  . Sebagai ‎orang Islam aku menghargai para akhwat yang mengenakan burqo, hijab atau apalah ‎namanya, begitu juga dengan adanya Poligami yang bersandar pada Qur’an & Hadits. ‎
Bagiku Film ayat-ayat cinta ini tak lebih hanya mengandung pesan-pesan dari ‎kaum utopis yang memaknai Qur’an & Hadits secara Literal/Leksikal, tanpa memahami ‎apa yang banyak orang sebut dengan local genus. Sungguh sangat naif jika kita ‎melaksanakan ajaran Qur’an & Hadits, tanpa tahu apa sebab-sebab turunnya ayat-ayat ‎Qur’an serta latar belakang Nabi Muhammad saw. men-Sabdakan Hadits tersebut.‎
Judul di atas sengaja aku tulis, karena ada beberapa hal yang sudah lama aku ‎jadikan dugaan, dan sekarang sudah menjadi kenyataan. Dugaan yang pernah lahir di saat ‎aku masih aktif di kemahasiswaan, sering tour of duty mewakili institusi pendidikan yang ‎harus aku tinggalkan (karena alasan tertentu) dan sepertinya institusi pendidikan itu tak ‎akan pernah mengakui kapasitas akademik-ku. Dugaan-dugaan itu diantaranya adalah ‎bahwa lahirnya forum2 yang sok islami, intelek dan memperjuangkan kondisi ‎masyarakat (baik di kampus ataupun di luar kampung) itu ternyata memang ‎digerakkan oleh golongan tertentu. Bahkan yang membuat aku agak terperangah adalah ‎bahwa lahirnya UU Zakat sepertinya sudah mereka sambut (beberapa saat sebelumnya), ‎dengan pendirian forum-forum yang kedengarannya sok islami juga, padahal kalau ‎ditelusuri lebih dalam, mereka tak lebih hanya memperjuangkan kepentingan ‎golongan/partai tertentu saja. Yahhhhhhhh semoga saja dengan jargon transparansi, ‎terpercaya, auditable, lebih bermanfaat, yang mereka usung bisa menyadarkan ‎masyarakat bahwa, zakat, infak, shodaqoh, serta waqaf yang masyarakat salurkan melalui ‎lembaga-lembaga bentukan mereka, tidak dijadikan semacam APBN/ ATM berjalan bagi ‎kepentingan golongan/ partai manapun. Karena tentu masyarakat mengeluarkan zakat, ‎infaq, shodaqoh serta wakaf sekalipun, bertujuan untuk mengimplementasikan salah satu ‎ajaran Islam yang menyatakan bahwa Islam adalah agama rahmatalllil ‘aalamin, bukan ‎agama yang mengagungkan ashobiyah /chauvinisme.‎
Paragraf sebelumnya sengaja aku tulis, karena dari beberapa majalah donatur ‎infak shodaqoh, serta serta zakat, yang diterbitkan oleh lembaga pennyalur ZIS tertentu, ‎hanya menampilkan tokoh dari golongan/partai tertentu, Alamaaaak!!!!! What a ‎shame Bro!?!!???. Memangnya ZISWAF masyarakat itu penyalurannya hanya ‎diperuntukkan bagi golongan tertentu ya????? Walau atas nama dakwah???? Wallahu ‎a’ lam.‎
Kembali ke masalah Film ini, beberapa saat setelah pemutaran film AAC ini, ‎beberapa artis yang jadi pemeran utamanya mengunjungi salah seorang tokoh politik, ‎dan ternyata si tokoh politik ini kemudian menonton film ini, apa ini bukan sebuah ‎vicious circle, sebagaimana Yahudi menguasai Hollywood? Menarik dunk jika ‎penguasaan dunia hiburan yang ada (jangan-jangan menggunakan dana masyarakat) atas ‎nama dakwah, tapi peruntukkannya untuk golongan tertentu????? Dan sekedar dicatat, ‎novel inipun konon lahir dari sebuah forum (lagi-lagi forum) yang dibidani oleh golongan ‎tertentu..... huhuhuhu.‎

Sabtu, 27 Oktober 2007

Muqoddimah

Sekapur Sirih

Blog ini ta ubahnya merupakan hasil dari sebuah proses migrasi panjang setelah melalui berbagai macam pertimbangan, sejak medio 2003-2004. Dan mencapai titik akhir untuk benar-benar memiliki situs pribadi setelah FS-ku dicuri orang medio akhir oktober................................

Oleh karenanya isi Blog ini sedikit banyak=isi Blog ku di tempat lain...........


Malang, 28 Oktober 2007